Rentak Bernyawa
Cerpen (Serial Memanusiakan Instrumen) Aku ada dari beberapa makhluk hidup. Mereka rela mengorbankan nyawa agar aku lahir di bumi ini. Terkadang aku merasa iri karena hidupku tak lebih bermanfaat dari yang seharusnya. Aku lahir di tanah Melayu Nusantara, panas dan berangin membuatku semakin kuat dan lantang. Aku suka di pangku walau terkadang tidur di sudut pojok rumah yang gelap dan kotor. Menirukan suara mungkin adalah kelebihanku. Bunyi beduk, kompang, marwas bahkan gong adalah inti pita suaraku. Sedih jika orang-orang membandingkan aku dengan yang lain, jika mereka memahami aku, aku akan setia dan jujur kepada mereka. Badanku berwarna coklat, bajuku kuning dan mukaku putih. Aku ini jenis apa? Katanya aku ini benda mati, sedangkan aku hidup dari nyawa kehidupan, bahkan hidupnya adat karena adanya peranku. Aku suka jika aku selalu di bersihkan, senyum dan perhatian membuat jiwa dan rasaku semakin nyata, apalagi melihat sahabatku sembahyang dengan khusuk, seakan rasanya ingin...